Sabtu, 26 Juli 2008

Toko " SUAMI"

Aneh ya judulnya.... tapi cerita dibalik judul ini lebih menarik dari Judulnya lho.......


Di seluruh belahan bumi ini sudah tidak asing lagi kalau ada berita yang mengatakan pertumbuhan populasi wanita jauh lebih pesat dari pertumbuhan populasi kaum laki-laki, sehingga akhir-akhir ini sudah tidak tabu lagi bagi perempuan tetap melajang meski usia sudah tak lagi muda. Tapi pertanyaannya apakah kaum hawa ini tetap tenang menghadapi kenyataan ini????

ternyata jawabannya Tidak! Banyak kaum Hawa yang mencoba berbagai cara untuk mendapatkan pasanganya, dan hal ini tidak hanya terjadi di Benua Asia yang lebih banyak menganggap bahwa melajang itu Aib. Nyatanya dari Inggris aku mendapatkan cerita dari seorang sahabat.

Di sebuah kota di Inggris berdirilah sebuah gedung dengan 6 lantai. Gedung ini menjadi pusat perhatian sejak diresmikannya gedung tersebut sebagai Toko bernama Toko "SUAMI". yang menjadi menarik adalah produk yang diajual di toko tersebut, Toko itu menjual laki-laki bagi para wanita yang mendapat kesulitan untuk mendapatnya Suami.

Seorang Wanita tertarik untuk mencoba keberuntungannya dalam menemukan pasangan hidupnya. lalau masuklah wanita tersebut dengan penuh semangat. dilantai dasar dia bertemu dengan seorang pelayan. Pelayan tersebut menjelaskan peraturan yang berlaku di Toko Suami tersebut, peraturan tersebut hanya satu yaitu setiap lantai hanya boleh dilewati satu kali saja artinya setelah dia melewatinya maka dia tidak boleh kembali lagi kecuali saat melintas ketika turun untuk keluar.

Setelah mengerti maka pergilah siwanita menuju lantai satu. begitu sampai dilantai satu maka si wanita mendapati sebuah pintu yang bertuliskan sebuah petunjuk sebagai berikut "Laki-laki dilantai ini adalah laki-laki yang penyayang dan taat pada TUHAN " Si wanita tersenyum dan dia memutuskan untuk pergi ke lantai 2.

Dilantai 2 si wanita kembali menemui satu pintu yang bertulis sebuah petujuk sebagai berikut "Laki-laki dilantai ini adalah laki-laki yang penyayang dan taat pada TUHAN dan menyukai anak-anak " Siwanita kembali tersenyum dan kembali memutuskan untuk pergi kelantai 3.

Dilantai 3 si wanita kembali menemui satu pintu yang bertulis sebuah petujuk sebagai berikut "Laki-laki dilantai ini adalah laki-laki yang penyayang, taat pada TUHAN, menyukai anak-anak dan Romantis " Siwanita kembali tersenyum dan kembali memutuskan untuk pergi kelantai 4.

Si wanita semakin penasaran dan Dilantai 4 si wanita kembali menemui satu pintu yang bertulis sebuah petujuk sebagai berikut "Laki-laki dilantai ini adalah laki-laki yang penyayang, taat pada TUHAN, menyukai anak-anak, Romantis, dan Ganteng " Siwanita kembali tersenyum dan semakin penasaran dengan isi laki-laki di lantai 5 dan diapun memutuskan untuk pergi kelantai 5.

Dilantai 5 lagi-lagi si wanita kembali menemui satu pintu yang bertulis sebuah petujuk sebagai berikut "Laki-laki dilantai ini adalah laki-laki yang penyayang, taat pada TUHAN, menyukai anak-anak, Romantis,Ganteng dan suka membantu pekerjaan rumah " Siwanita merasa takjub dengan laki-laki dilantai 5 ini tapi dia sadar bahwa laki-laki disetiap lantai memiliki 1 keunggulan dari pada laki-laki dilantai sebelumnya. maka dia yakin laki-laki di lantai 6 adalah laki-laki yang paling sempurna di toko ini, maka dia membuang kesempatannya dan langsung naik kelantai 6.

Dengan gembira dia melangkahkan kaki kelantai 6 dan menuju satu-satunya pintu yang ada dilantai itu, dengan penuh rasa penasaran maka tibalah dia dipintu itu dan membaca petunjuk yang sangat mengagetkan yaitu " ANDA ADALAH PENGUNJUNG KE 923.745 JUTA, TIDAK ADA LAKI-LAKI DILANTAI INI "

Siwanita langsung lemas dan turun dangan penuh penyesalan karena telah membuang banyak kesempatan yang telah diberikan dan akhirnya dia menyadari bahwa tidak ada satupun manusia yang sempurna didunia ini..........





Kamis, 22 Mei 2008

ADA HIKMAH DIBALIK PERISTIWA

Senin sore tanggal 12 mei 2008 jam 5.30, seperti biasa sampai di rumah. tapi aku merasa ada yang lain terjadi pada tubuhku, tangan dan kakiku dingin sekali awalnya aku tidak menyadarinya, "ihhhhh tangan tante dingin banget ah" kata Adiba ( Ponakanku) protes ketika ku tempelkan tanganku untuk mencubit pipinya. tapi aku masih menganggapnya biasa, karena aku berfikir karena cuaca sore itu yang mendung hingga mempengaruhi suhu badanku. Karena hari makin malam dan magrib segera datang, tanpa membuang waktu aku langsung bergerak mandi.

Selesai mandi aku merasa mengigil, kepalaku mulai pening, susah payah aku berusaha menyelesaikan solat magribku meskipun kakiku mulai terasa lemas. Alhamdulillah selesailah solatku. tapi aku tak kuat lagi untuk kemana-mana, ku rasa akan baik kalau aku istirahat sebentar dan bangun saat Isya. Kepalaku makin pusing, tenggorokanku terasa panas.
" Tante mau ikut beli mie rebus ngak ?" Adiba masuk kekamarku dan menawarkan mwnu makan malam yang biasanya akan sayang untuk ditolak. tapi selera makanku telah hilang entah kemana.
" ngak mbak aja sama eyang kakung dan eyang putri, tente titip larutan penyegar aja yah " pesanku pada ponakan kecilku. dengan langkah yang dipercepat karena sifat penakutnya saat melewati tangga yang menghubungkan ruanmg atas dan ruang bawah , diba segera melaporkan permintaanku.

Tak lama diba mengantarkan 2bungkus larutan penyegar instan tanpa memberiku air, Duh tega betul anak ini, sedangkan aku rasa aku tak kuat lagi turun untuk mengambil air sedangkan aku mendengar deru mobil ayah sudah melaju menuju suatu tempat favorit keluarga kami untuk makan malam. aku benar benar tak berdaya, dalam kesendirian aku merasakan tubuhku seperti berada dalam es batu, selimut tebalku tak mampu membuatku merasa nyaman. kepalaku serasa ingin meledak setiap kali kucoba membuka mataku, kuraba keningku terasa panas. "Astagfillahalazzim....." berkali-kali hanya kalimat itu yang mampu keluar dari mulutku. jangankan turun dari tenpat tidur dan meminta bantuan seseorang yang mungkin lewat di depan rumahku, untuk meraih handphone yang ada dilaci diatas kepalaku saja aku sudah tak sanggup. " Ya...Allah seperti inikah rasanya bila Izrail akan datang?" Entah kenapa yang ada dalam pikiranku hanya kematian. Bukan kematian yang aku takutkan, tapi aku dalam keadaan sendiri dirumah, siapa yang akan mengetahui kepergianku kalau tak satupun orang yang ada dirumah.

Aku menangis sejadi-jadinya, berharap ada orang yang mendengar dan segera menolongku. Tapi posisi kamarku yang terpisah dari rumah utama, membuat suaraku sama sekali tak terdengar oleh orang-orang yang ada dibawah apalagi yang ada diluar rumah. Suara mobil masuk kegarasi rumah membuatku lega, tapi suaraku seperti hilang, teriakanku bahkan tak terdengar oleh telingaku sendiri. sudah payah aku mencoba memberi tanda pada orang yang ada dibawah kamarku.tapi sama sekali tak berhasil dan akhirnya aku menyerah" ya Allah jika sudah datang waktuku, aku rela karena dirumah ini ada orang-orang yang aku cintai" dalam hati aku berkata dan menangis. ya entah menangis karena takut mati atau menangis karena menahan rasa sakit yang luar biasa.

Aku sebisa mungkin untuk tetap sadar, dalam hati dan pikiranku hanya dzikir yang mampu ku ingat dan kuucap. Syukur Alhamdulillah, bunda kekamarku untuk mengingatkanku bahwa aku belum makan malam, aku tak sanggup bergerak karena dengan membuat satu gerakan maka kepalaku akan terasa ingin lepas. melihat aku tak bergerak bunda langsung memeriksaku.
" Panas, kompres " kataku meminta. dengan mengandalkan pendengaranku aku yakin bunda langsung turun dan mengambilkan aku air untuk kompres. ngak seberapa lama, ayahlah yang datang kekamarku dan memeriksa keadaanku. Ayah langsung menginstruksikan untuk segera kedokter. mungkin karena aku merasa lega keadaanku sudah diketahui oleh kedua orang tuaku, aku seperti mendapatkan kekuatan yang luar biasa. dengan dibantu ayah aku bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuruni tangga demi tangga. aku hanya berfikir secepat mungkin mendapatkan pertolongan.

Diruang dokter, dokter muda yang menanganiku memintaku untuk cek darah. Dokter ganteng (sempet-sempetnya curi-curi pandang!!!) yang sudah beberapa kali kutemui saat mengantar bunda bila keluhan darah tingginya kumat mengindikasi aku terkena Thypus. tanpa mau melihat aku semakin tersiksa karena pusing yang begitu menyiksa, begitu bagian laboraturium mengambil darahku, ayah segera mengantarku pulang agar bisa tidur dan biarlah bunda dan keponakanku yang mengambil hasil lab, dan ayah akan kembali menjemput bunda kalau hasilnya sudah keluar.

Sesampainya dirumah, aku langsung tidur dikamar bunda, karena aku seperti kehabisan tenaga untuk naik kekamarku, dan akan sangat menyusahkan bundaku untuk merawatku kalau sampai penyakitku ini berkelanjutan. Setelah mengantarku Ayah kembali ke klinik untuk menjemput Bunda. Ya Allah, lagi-lagi aku sendiri...aku merasa keadaaku semakin parah, kini bukan hanya kepalaku yang ingin pecah tapi tubuhku terasa sakit semua. Sepertinya tulang-tulang yang ada disekujur tubuhku sedang dicabuti, Luar biasa sakitnya...aku menjerit...tapi tak seorangpun mendengar...aku menangis sejadi-jadinya, aku benar-benar tak bisa menahan rasa sakitnya...aku menangis...sampai tak sadarkan diri...bukan pingsan tapi aku tertidur dan terbangun saat mendengar suara mobil masuk kegarasi. Aku menangis dan mempertanyakan kenapa mereka lama sekali.

Bunda langsung membuatkan aku bubur instan karena aku harus makan dulu sebelum minum obat. tapi rasanya tubuhku menolak apapun yang masuk kedalam tubuhku. susah payah aku menelan bubur,aku ingin segera mimun obat dan segera terbebas dari rasa sakit. bubur yang masuk hanya 3 sendok makan karena suapan keempat tak mampu kutelan. Setelah minum obat ayah menerangkan kalau aku positif kena thypus jadi mengultimatumku untuk istirahat 100%.

2hari dirumah, keadaanku tidak menunjukkan kemajuan, panas tubuhku tidak berkurang,setiap menit aku merintih karena semua tubuhku terasa sakit. Akhirnya Rabu 14 mei 2008 ayah memasukkanku ke RS Mitra Keluarga Bekasi Timur, Aku salut pada paramedis yang ada, aku langsung mendapatkan pelayanan yang ramah, aku merasa nyaman mendapatkan pelayanan tersebut, jarum infus langsung menembus punggung tangan kiriku. aku bersyukur karena tak takut melihat jarum, melihat darahku diambil dan semua kegiatan medis kulewati dengan tenang karena aku hanya ingin segera sembuh jadi aku pasrah.

Karena ruang lain telah penuh, aku ditempatkan di kelas III rumah sakit tersebut. buatku tak masalah yang penting aku segera lepas dari penderiataan ini.Entah obat apa yang dimasukkan kedalam tubuhku, kepalaku tersa ringan, aku merasa badanku tak lagi mengigil darah hangat seperti mulai mengalir kedalam tubuhku. nyeri ditulang-tulangku mulai menghilang. aku mulai bisa menguasai diriku sendiri.

Kita akan tahu siapa diri kita dari seberapa banyak orang yang perduli dengan kita ketika kita terkena musibah. Subhanallah....sejak aku masuk rumah sakit, setiap jam besuk tak berhenti-hentinya orang menjenguk. Aku memang tak tahu persisi siapa saja mereka, tapi mereka semua tahu aku anak Ayah dan Bunda, Alhamdulillah aku punya orang tua yang selalu menjaga tingkah laku hingga kesan baik terekam oleh orang-orang disekeliling kami. Aku hampir menangis ketika orang yang menunggu pasien yang ada disebelah kasurku berkata. " Wah tamunya banyak terus ya..." Subhanallah, mudah-mudahan ini pertanda baik bagi keluargaku dan aku harus menjaga nama baik dan kehormatan orang tuaku.

Hari ke2 dirumah sakit dokter mengatakan bahwa trombositku turun hingga 113.000 memang ini masih dalam batas wajar, tapi kalau tidak hati-hati dan terus turun kemungkinan bukan hanya typhus yang aku derita mungkin ada demam berdarah juga. Nafsu makanku turun drastis, semua makanan yang seharusnya nikmat menjadi siksaan bagiku, baru mencium bau makanan rasa mual langsung mengganggu lambungku. aku mulai bosan, kemana-mana aku harus membawa botol infus yang sejak tertancap ditanganku membuatku harus sering ke kamar kecil. yang lebih menyiksa lagi kalau ingin mandi, aku selalu kerepotan saat melepas baju atau memakai baju karena jarum infus tidak boleh bergeser atau akan terjadi pendarahan. saat itu aku berfikir "Ya Allah, Begini rasanya hanya mempunyai 1 tangan. aku sungguh-sungguh tak berdaya, semuanya yang seharusnya mudah sangat sulit aku lakukan....Ya Allah beginilah caramu menunjukkan kekuasaanMU"

Badan yang tadinya baik-baik saja, hanya dalam hitungan menit dapat rapuh dan tak berdaya, tangan yang lengkap Allah mengujinya dengan mati suri karena terikat selang infus . Allah menguji umatnya dengan jalan yang tidak terduga datangnya. Alangkah sombongnya aku selama ini, menganggap aku takkan sakit karena pekerjaanku sekarang lebih ringan dibandingkan pekerjaanku yang dulu, nyatanya malah ambruk seambruk-ambruknya. Sombong dengan tangan yang lengkap dan sering memandang sebelah mata orang-orang yang memang kehilangan tangan mereka. Menganggap aku bisa melakukan sesuatu sendiri dan nyaman karena selalu dikelilingi orang yang mencintaiku setiap saat, nyatanya aku benar-benar tak berdaya saat ditinggal sendiri di rumah dalam keadaan sakit. Sungguh tersiksanya saat nanti aku mati aku benar-benar sendiri tak ada orang yang mengurus jasadku,tak ada doa orang-orang yang menyelamatkanku dari siksa kubur, Auzubillahiminzalik.... semoga semua kejadian ini membuka mata dan hatiku bahwa kita manusia benar-benar tak berdaya tanpa Kasih Sayang Allah....

Dan kerena kasih sayangNYA pula, sabtu 17 mei 2008 dokter mengataklan trombositku sudah diatas normal yaitu 123.000, sebenarnya masih rendah tapi Dokter mengijinkan untuk rawat jalan jadi kalau bisa dirawat di rumah kenapa harus buang-buang uang untuk menambang pundi-pundi kekayaan para dokter-dokter itu...he...he..he ( ngak ada trimakasih-trimakasihnya ma dokter yach...)

ayitha kini dalam keadaan baik-baik saja dan sudah memulai aktifitas seperti semula
semoga rahmat Allah tak putus-putusnya untuk kita semua..... AMIN..........

Jumat, 09 Mei 2008

PAHLAWAN ATAU PECUNDANG

Disuatu hari disebuah negara, ada seorang pemuda yang menderita sakit parah. Meskipun secara fisik tidak mempengaruhi kehidupannya sehari hari, namun semua dokter dinegara itu sudah mengatakan bahwa penyakitnya itu akan mengantarkannya kepintu kematian. kesediahan yang begitu dalam dirasakannya. dia tak tahu lagi harus bagaimana dan apa yang harus dia kerjakan disisa hidupnya.
Suatu hari sang raja mengumumkan bahwa negara mereka dalam keadaan darurat dan semua anak laki-laki harus mengikuti bela negara untuk dikirim perang. Pemuda yang sakit tadipun tak luput dari tugas itu. kalau untuk pemuda lain ini adalah hal yang menakutkan, namun buat pemuda yang satu ini, ini adalah saat yang tepat untuk membuat sisa hidupnya berarti. tanpa ragu dia langsung mendaftarkan diri menjadi pasukan terdepan.
keadaan makin mencekam, lawan makin mendekat dan peperangan tak terhindarkan. si pemuda tadi berperang dengan sekuat tenaga, dia menjadi pemuda yang paling terdepan, baginya nyawanya sudah tak diperdulikannya. baginya mati sekarang di medan perang akan membuatnya berarti daripada dia mati dikasur yang empuk dan menyerah pada penyakitnya.
Siapa sangka keberanian si pemuda tadi membuat peperangan yang terjadi berkali-kali ini dimenangkan oleh pasukannya. Sang Raja yang mendapat kabar kemenangan itu dan mendengar tentang keberanian seorang pemuda membuatnya begitu bangga, seusai perang sipemuda ini dipanggilnya. karena keberanian pemuda itu, sang Raja langsung memberikannya sebuah kehormatan dengan menjadikannya panglima untuk seluruh pasukan yang ada negara tersebut.
Si pemuda yang tadinya tak merasa hidupnya berarti kini berubah. dia merasa harus berjuang untuk hidup, dia meminta kepada Raja untuk memberinya dokter terbaik untuk menyembuhkannya. dan sang raja mengabulkannya, beliau merfikir kalau sakit saja pemuda itu bisa membuat negara ini menang apa lagi kalau dia dalam keadaan sehat maka didatangkanya dokter-dokter terbaik dinegara tersebut, mumpung masih ada waktu sebelum pemuda ini kembali kemedan perang untuk memperluas wilayah kekuasaan Raja.
Si pemuda itu akhirnya sembuh dari penyakitnya. peperangan sudah didepan mata, karena sipemuda itu kini sudah menjadi seorang panglima perang dan telah sembuh dari penyakitnya , sipemuda tak mau lagi berada dilapisan terdepan dari pasukannya. dia berfikir ini adalah kehidupan kedua baginya dan dia tidak akan melepaskannya lagi. tugasnya kini hanya membuat strategi berperang yang tempatnya jauh dari medan perang dia hanya memerintahkan pasukannya untuk berperang.
Namun apa yang terjadi, peperangan tersebut justru dimenangkan oleh pihak lawan. bukan karena pasukannya lemah, bukan karena strateginya salah. tapi karena tidak ada lagi seorang pemuda yang tak takut kehilangan nyawa karena mengidap penyakit yang mematikan. tidak ada lagi pemuda yang melihat kematian bukanlah sesuatu yang menakutkan.
lalu siapakah pemuda itu sesungguhnya.....
PAHLAWAN atau PECUNDANG...?????????

Sabtu, 22 Maret 2008

Sugesti mempengaruhi kekuatan pikiran

Bismillah.....
Assalamualakum wr.wb


Akhir-akhir ini semua siswa disekolahku sedang merasa resah, karena dalam waktu 2 minggu sudah 7 anak yang kehilangan uang tanpa kehilangan dompet mereka. kami yakin pelakukanya adalah salah satu siswa disekolah kami karena dia tahu siapa yang hari ini memegang uang banyak dan tahu meskipun kami sudah menyimpannya dengan baik.

Pagi itu semua siswa dikumpulkan dilapangan aku sudah menyiapkan sebuah kotak tertutup dan sebuah batu. Dengan bantuan soundsistem milik sekolah kami aku menjelaskan kepada teman-temanku dan mencoba menyakinkan mereka bahwa batu yang ada ditanganku memiliki kesaktian dan dia tahu siapa pelakunya

Untuk menjaga kerahasiaan teman-teman semua, aku memasukkan batu tersebut kedalam kotak, dan setiap anak secara bergiliran wajib memegang batu dalam kotak selama 3 menit atau sampai aku bilang cukup. setelah itu aku akan segera diberitahu oleh si batu apakah sipemegang pelakunya atau bukan. Aku tidak sendiri aku dibantu beberapa guru untuk mengatur giliran dan memastikan bahwa setiap siswa sudah mendapat giliran memegang batu. Akhirnya satu persatu temanku mendapat giliran, aku perhatikan mereka secara teliti melihat keadaan tangan sebelum dan sesudah memegang batu tersebut. dan aku segera tahu dan mencatat nama-nama yang sekiranya kucurigai.

Setelah semua sudah mendapat giliran,ada 2 nama yang ada dalam catatanku dan aku meminta kedua anak ini dipanggil secara diam-diam keruang guru untuk menjaga keamanannya karena bagaimanapun mereka adalah temanku. tak lama mereka berdua sudah ada di satu ruangan dengan aku, kepala sekolah, wali kelas siswa yang dipanggil dan guru sosiologi. Aku serahkan semuanya kepada mereka, dan tanpa mengunggu terlalu lama kedua temanku mengaku bahwa merekalah pelakunya.

Aku senang ekperimenku berhasil. Teman, percayakah kalian kalau batu itu benar-benar memiliki kekuatan dan bisa bicara denganku ????
Jawabannya "NGAK MUNGKIN" , tanpa kalian ketahui batu itu sebelumnya sudah aku lumuri dengan minyak yang tipis yang sekiranya kalian tidak curiga bahwa itu adalah minyak. aku tahu dalam keadaan seperti itu semua siswa akan merasa cemas dan berefek tangan menjadi dingin dan cenderung berkeringat sehingga keberadaan si minyak tidak akan mudah kalian ketahui. dan setiap siswa yang benar-benar memegang batu itu aku bisa melihat sisa minyak ditangannya dan aku bisa membedakan mana keringat dan mana minyak.

Bagi kalian yang merasa bukan pelakunya, maka aku yakin kalian dengan percaya diri akan memegang sibatu tanpa rasa takut, tapi bagi pelakunya pasti dia sudah merasa ketakutan, dia percaya bahwa batu itu memiliki kekuatan maka dia tidak akan berani memegang sibatu. Dan karena batu ada dalam kotak maka tak ada satupun yang tahu apakah dia memegang batu atau tidak, jadi kalau ada anak yang saat mengeluarkan tangannya aku tidak melihat bekas minyak ditangannya maka aku berasumsi bahwa dialah pelakunya.

Alhamdulillah aku tidak salah orang, tanpa perlawanan mereka mengaku bahwa merekalah pelakunya dan keadaan sekolah kita menjadi aman kembali. tak ada yang tahu rahasia ini selain aku dan guru sosiologiku. Dan buat teman-teman SMA ku yang membaca Blog ini. inilah jawaban atas pertanyaan kalian selama ini dan jangan pernah percaya ada batu yang memiliki kekuatan mistis, jangan menjadi Syirik atas apa yang pernah aku praktikkan untuk itulah dikesempatan kali ini aku berani membuka rahasia itu. mudah mudahan berguna dan menjadi pencerahan buat kalian.

Untuk Pak Dudi, terimakasih atas ilmu SUGESTINYA dan kesempatan yang diberikan kepadaku saat itu. ini benar benar menjadi pengalaman yang mengagumkan. Buat Tian, Ilham dan Yudha yang kemaren bertanya soal batu inilah jawabannya dan batu itu sekarang entah ada dimana dan sungguh jangan percaya dengan hal-hal mistik, kuatkan iman percaya bahwa Hanya Allahlah yang menjadi sumber kekuatan.

Semoga dapat menjadi inspirasi buat semuanya

Wassalammualaikum Wr.wb

Alhamdullilah.....


Jumat, 07 Maret 2008

Kucing Dilawan!!!!!!!

Bismillah,
Assalamualaikum wr.wb.

hai sobat, maaf dah lama ga' posting. Dan alasannya cuma satu dan standar banget "SIBUK", ya...alasan yang basi banget kan? sama halnya kalau kita memakai alasan " macet" saat terlambat dengan harapan ingin dimaklumi, padahal semua itu bisa kita atasi asal kita punya komitmen yang kuat pada diri sendiri untuk lebih bijak mengatur waktu. ya ini sebenarnya nasihat untuk aku sendiri yang kadang-kadang suka lost kontrol soal itu. Tapi mudah-mudahan bisa menjadi masukan buat temen-temen..... amin

sobat....cerita untuk hari ini adalah......

Ini cerita tentang seorang suami yang kesal dengan istrinya yang punya hoby merawat kucing kesayangannya. Setelah 3 tahun menikah si suami sebenarnya muak dengan kebiasaan istrinya yang selalu mengistimewakan kucing peliharaannya, seolah-olah perhatian si istri ini lebih besar ke kucing dari pada ke suaminya sendiri.
karena sudah terlalu kesal dengan kebiasaan istri yang selalu melibatkan sang kucing dalam kegiatannya sehari-hari, sang suami bermaksud untuk memisahkan si kucing dari istrinya tanpa sepengetahuan istrinya. seorang teman menyarankan kepada sang suami untuk membuang kucing sejauh mungkin dan memberitahunya untuk menutup mata si kucing agar tak tahu jalan pulang.

disuatu pagi, saat sang istri sedang memasak. dilihatnya si kucing sedang main sendirian dihalaman belakang, " wah ini kesempatan bagus untuk membuangnya" batin sang suami. Tanpa menunggu lama ditangkapnya si kucing, secepat mungkin dia lari kemobil dan pergi tanpa sepengetahuan istrinya. sambil menyetir dicarinya sesuatu yang bisa menutup mata sikucing. Dan satu-satunya yang bisa digunakan adalah kaos kaki miliknya yang sudah 3hari lupa dia bawa turun untuk dicuci.

Dengan susah payah dimasukkannya kepala sikucing kedalam kaos kaki bau itu. sikucing tak bergerak tanpa perlawanan, mungkin karena dia sedang pusing mencium aroma kaos kaki yang luar biasa baunya. setelah itu si kucing yang tak berdaya itu dimasukkan lagi kedalan kardus untuk memastikan sikucing benar-benar tak melihat jalan yang mereka lalui. Sang suami mengarahkan mobilnya sangat jauh dari rumah hingga kebatas kota paling jauh. Setelah merasa cukup jauh dan yakin bahwa sikucing tak tahu daerah itu si suami melepaskan si kucing ditengah ladang milik warga setempat.

Setelah membuang si kucing, si suami lantas pulang tapi sebelumnya dia ingin membeli beberapa keperluan untuk mobilnya. Tak terasa 3 jam sudah si suami berada di bengkel mobil, setelah mendapatkan semuanya si suami langsung melesat pulang. Sesampainya dirumah dia langsung mandi dan bersantai sambil mononton tv.

ketika sedang santai-santai dengan perasaaan yang begitu nyaman karena tidak diganggu oleh tingkah menyebalkan dari kucing kesayangan istrinya itu, tiba-tiba si Istri berteriak " mas !!! kau ajak kemana kucingku kok jadi kotor begini ". spontan si suami kaget bukan kepalang ketika dilihatnya sang istri sedang menggendong sambil mengelus-elus manja si kucing, 'ini ngak masuk akal kucing itu bisa pulang sendiri padahal dia sudah membuangnya begitu jauh' batinnya. "mana ku tahu aku tak mengajaknya kemana-mana bahkan aku tak tahu dia keluar rumah hari ini" hindar sang suami takut apa yang telah dia lakukan diketahui oleh istrinya.

Keesokkannya si suami ingin mencoba membuang kucing itu kembali. ketika istrinya mandi, saat itulah waktu yang tepat untuk membawa pergi si kucing. kali ini persiapannya lebih matang, sikucing ditutup matanya dengan selembar kain berwarna hitam, dimasukkan kedalam karung kemudian dimasukkan kembali kedalam kardus. Dipilihnya jalan yang rumit berbelok-belok dan berputar-putar. setiap ada belokan kekanan dia kekanan, ada belokan kekiri dia belok kekiri sampai dia merasa yakin si kucing tak mungkin bisa menghafal jalan pulang,lantas dilepaskannya sikucing kedalam sebuah rumah kosong.Setelah selesai menjalankan misinya si suamipun hendak pulang, dan berharap usahanya berhasil.

Satu jam pertama tak ada kabar, satu jam kedua terasa tak ada yang aneh, satujam ketiga seperti biasanya. Dan tiba di jam ke empat, dering telfon mengagetkan si istri dari tidur siangnya.
" halo, mama "
" kenapa pa ?"
" apakah kucingmu baik-baik saja ?"
" ya.. dia baik-baik saja. ada apa pa?"
" ma, tolong panggilkan kucingmu papa mau tanya jalan pulang kerumah, AKU KESASAR MA ?"

Wassallamualaikum.wr.wb

Rabu, 30 Januari 2008

Me and Dewi Part II

Friend....Udah nunggu crita selanjutnya ya??? nah karena aku ngak biasa basa-basi yang akhirnya justru malah jadi basi mendingan aku langsung aja yah....


Singkat cerita aku sama dewi jadi deket, kalau salah satu dari kita males latihan, biasanya yang lain jadi ikut g latihan, alias kabur tepat jam latihan dimulai. Tapi walaupun aku sama dewi jarang latihan, kita tetep bisa exsis didunia kejuaraan. karena postur tubuh kita yang agak jauh, alias kalau jalan (kata orang) kayak angka 10, akhirnya kita pisah kategori. Dewi bergabung di Seni beladiri. jadi dia latihannya cuma ngapalin rangkaian jurus-jurus beladiri bareng aneta sama ani, jadi mereka harus kompak. lucunya dewi kalau selesai latihan suka ngeluh karena badannya sakit semua scara gerakannya ada yang membanting-banting tubuh sendiri. walhasil aku harus terus kasih suport ke dia kalau dia mulai menyerah and mau mengundurkan diri karena awal kita gabung di beladiri club, kita udah diarahkan untuk mengikuti kejuaraan atar mahasiswa sejabotabek. jadi ngak mungkinkan tiba-tiba nyari pengganti dewi sedangkan waktu kejuaraan semakin dekat.
Lain dewi, lain juga aku, karena badanku agak berisi ( maksudnya!!!!!) jadi pelatihnya mengarahkan aku ke kelas tanding. kalau dewi cuma ngapal en berusaha untuk tetap kompak disetiap gerakan, nah kalau aku latihannya lebih keras dan lebih sering latihan fisik, karena aku harus melawan seseorang di arena. tapi aku justru lebih menyukai yang seperti itu, jadi kalau-kalau ada yang mau macem-macem aku udah tau bagaimana melumpuhkan musuh ( ha...ha...ha...)
2 bulan latihan akhirnya kejuaraan berlangsung, dan ngak sia-sia dewi dikelas seni dapet medali emas, sedangkan aku di kelas tanding dapet medali Perunggu, ya buat aku ngak masalah dapet perunggu dan sangat wajar wong lawannya senior aku sendiri jadi kalaupun bisa menang takut kualat sama yang tua ( hi..hi..hi...)
bukan itu aja, dewi itu anaknya sensitif banget, ati-ati kalau dia udah mulai menyendiri pasti ngak lama dia bakal nangis, dan kalu udah begitu jangan sekali-kali nanya kenapa dia nangis karena dia bakal lebih kenceng nangisnya. jadi kalau dewi lagi nangis cuekin aja ( buat adi ingat ya pesen ku ini !) dan satu hal yang ngak pernah berubah dari dewi dari dulu sampai sekarang yang LEMOTnya itu. tapi kalau dewi ngak lemot kayaknya ngak asik deh justru itu yang bikin aku selalu kengen sama dia. Muka begonya yang selalu ditandai dengan kerutan di keningnya, itu tandanya dia sedang berusaha mencerna apa yang dia dengar ( sorry lho wi bukannya mau ngejelek-jelekin kamu, aku cuma berusaha memahamimu kok )
Pernah satu waktu, kami jalan-jalan ke pelabuhan ratu dalam rangka merayakan kemenangan tim kita dalam kejuaraan antar pelajar se DKI jakarta. wah sayang aku ngak punya fotho2nya, dari 2 roll kodak hampir 75% isinya selalu ada aku sama dewi, wih pokoknya aku sama dewi banci kamera banget sampe-sampe pas fotho2 itu udah jadi semuanya jadi kesel karena dimana-mana selalau ada aku sama dewi dengan berbagai pose.
oh ya aku lupa satu hal, di MP unkris dewi dikenal dengan panggilan dewi K22, anehkan! gini ceritanya. dulu waktu masih latihan buat ospek (udah baca part 1 kan ) pas pulang kita rame-rame nunggu koasi di depan entah gimana critanya tiba-tiba ada seorang cewek manis dan munggil menabrak sebuah mobil berwarna merah yang diatasnya tertulis angka dan huruf K 22. yah itulah hebatnya dewi kalau orang lain ditrabrak mobil kalau dewi justru nabrak mobil ( untung mobilnya ngak lecet ya wi he...he..he..)
Trus satu yang ngak pernah aku lupa dari dewi, waktu itu ada acara kenaikan tingkat, dan udah jadi keharusan kalau salah satu syarat biar lulus itu harus bisa matahin beton dengan tangan. nah yang harus dipatahin itu 2 beton dengan 2 pukulan yang berbeda. Pas pukulan pertama bunyinya " prakkk!!!" tandanya benton dapat dipatahkan oleh tangan mungil seorang dewi, tepuk tangan menyeruak ( hooorrrreeeeee....) dengan wajah yang pucat jelas terlihat ada sedikit kelegaan yang terbias, dewi langsung mengambil kuda-kuda dan diap untuk melakukan pukulan kedua, dalam hitungan detik terdengan suara yang lebih dasyat dari pukulan yang pertama bunyinya seperti ini ( aaaaawwwwww!!!!!) wajah dewi mwndadak pucat pasi dia pegang tangan kanannya dengan tangan kiri. jujur waktu itu pengen ketawa mendengar teriakan dewi tapi ngak tega aja dan dengan sedikit menghibur dewi aku tetap menyemangati sang dewi ku ini.
dan aku sangat berterima kasih banget sama dewi atas dukungan dan suportnya waktu organisasi yang aku pimpin mulai goyang, kuatnya diktatoritasan seorang senior membuat aku memilih untuk mengundurkan diri sebagai ketua UKM MP sekaligus salah satu ketua kolat cabang bekasi, dan tak dewilah yang pertama kali setuju dan ikut mengajukan pengunduran diri. dewilah yang terus mendampingiku saat menghadap ketua umum MP Cabang Bekasi saat itu. Thank ya wi.....aku ngak pernah terbayang kalau saat itu ngak ada kamu, dan aku ngak pernah berani membayangkan kalau ngak ada kamu saat ini sebagai sahabat sejati. bahkan sampai saat ini kamu masih mau mendengar keluh kesahku, kesenanganku, sedihku, bahagiaku.... semoga kamu juga merasakan juga apa yang aku rasakan, seperti dulu waktu kita sama-sama jealous satu sama lain ....

Kamis, 17 Januari 2008

Dewi My Best Friend

Part I
Hai Friends, sorry baru posting lagi, oh ya Thank buat semua yang udah baca blogku en langsung berkomentar. Tapi kok lewat sms sih kan udah ada tempat buat komentar ( pada ngak punya accountnya ya????). BTW di posting yang lalu aku janji mau crita soal awal dari persahabatan aku sama dewi yang kini menjadi salah satu sahabat terbaikku.buat sahabat-sahabatku yang alin tunggu giliran yaaaaaa............
Gini Critanya.....
september 2000.....saat itu aku baru saja masuk kuliah setelah lulus dari bangku SMA, 2 minggu menjelang OSPEK entah ginama critanya dulu aku bisa gabung disebuah kelompok yang dipersiapkan untuk menjadi paskibra pada acara pembukaan OSPEK. Kami menjalani latihan yang cukup meletihkan, sebenarnya biasa buatku toh sewaktu SMA aku juga aktif di paskibra dan lucunya pelatih yang khusus didatangkan untuk melatih kami adalah temanku juga yang dulu sama-sama berjuang di PASKIBRA BEKASI tapi dia lolos tes Paskibraka sedangkan aku gagal karena tinggiku kurang. beberapa hari setelah dimulainya latihan ternyata pasukan kami kurang, dan salah satu panitia yang bernama REDIS memutuskan untuk menambah personil. dan Pagi itu, Latihan sudah mulai dan tepatnya sedang sarapan pagi. tiba-tiba datang seorang cewek yang dengan senyum-senyum ga jelas mendekati kami. Tanpa berlama-lama Redis mulai menyuruhnya memperkenalkan diri. Oooo namanya Dewi Sulistyowati, calon mahasiswi Fakultas Ekonomi, dan dia akan bergabung bersama kami. Wajahnya yang manis dan badannya yang mungil jelas membuat dia jadi salah satu perhatian para senior dan teman-temanku. Aku pikir itu hal yang sangat wajar. dan jujur aku tak begitu memperhatikannya karena pada saat itu aku terlanjur dekat dengan temanku si TARI dan seniorku ANETA.
perjalanan waktu, aku hanya mengenal dewi sepintas lalu. Setelah selesai Ospek, kami masih sering berkumpul didepan UKM (unit kegiatan Mahasiswa) Silat Club Merpati Putih,karena Bang REDIS adalah ketua disana. lama-lama jiwaku yang gampang tertantang dengan hal-hal baru membuatku tertarik untuk bergabung di Club Silat tersebut. Yah...aku ngak salah pilih, aku menyukainya dan sangat menikmatinya. apalagi anggotanya yang hampir 80% cowok itu begitu welcome menerima anggota baru Cewek lagi, saat itu aku masuk bareng sama Aneta. Sebagai grup minoritas aku dan aneta dapet cukup perhatian dari cowok-cowok itu, ngak munafik semua cewek pasti senang dilingkungan yang seperti itu.
Aku dekat dengan hampir semua cowok disana, dan ketika aku dengar dari bang Redis kalau dewi mau gabung, jujur aku jadi khawatir. aku takut perhatian yang selama ini aku dapatkan akan direbut sama dewi yang notabene gampang menarik perhatian siapapun. So...Dewi akhirnya benar-benar bergabung, awalnya aku hanya sekedar basa-basi kalau ketemu dia. Saat itu Aneta sudah jarang ikut latihan walhasil aku jadi sering sendirian dan mau ngak mau aku jadi dekat sama dewi.tapi hanya sekedar dekat pada saat latihan aja karena jujur aku masih menyimpan perasaan ngak suka sama dia.
Tapi, setelah aku dekat dan sedikit banyak mengenal dewi, aku merasa ada yang beda dari dewi, dia ngak kayak cewek-cewek lain yang lantas berlagak karena mendapatkan perhatian dari banyak orang, Sifatnya yang polos ( Polos??? masa...sih ??? he..he..he..) dan bersikap apa adanya, membuat lama-lama aku merasa nyaman berteman sama dia, dan lama-lama kok aku sama dia jadi ngak bisa jauh.
Kalau dulu kita cuma ketemu kalau ada jadwal latihan, tapi lama-lama kami harus ketemu setiap hari walau hanya sekedar setor muka. dan lama-lama aku jadi sayang sama dia ( et jangan salah arti lho ) sayang sebagai teman, mungkin ngak setiap sahabat bisa membuat kita sayang. buatku dewi jadi lebih dari sekedar sahabat biasa.
Ternyata Qta punya banyak kesamaan, yang aku pikir lucu saat semua terungkap. aku lupa kapan saat itu terjadi, yang aku ingat sebuah pengakuan dari dewi yang membuat aku makin merasa klik sama dia. ternyata perasaan awal aku ke dewi juga sama dengan perasaan dewi ke aku ( sama-sama jelous gitu ).
Banyak cerita yang kami alami, tapi berhubung udah malem nih, aku mau bobo dulu yah... cerita selanjutnya pasti lebih seru, karena ada tawa, ada tangis dan ada haru yang kami lalui bersama.... mau tau ceritanya?????
Tunggu di Part II yaaaaaa